Home » , » Mengenal Tipe Furniture berdasarkan Bentuk dan Kapasitasnya

Mengenal Tipe Furniture berdasarkan Bentuk dan Kapasitasnya

Posted by Dewa Ayu Erniathi on Monday, March 10, 2014 | 10:18 PM

Melanjutkan tulisan Gaya Desain Furniture berdasarkan Masanya, kali ini kita +De RuMi akan membahas tipe-tipe furniture berdasarkan bentuknya yang juga layak menjadi referensi Anda untuk memperoleh kenyamanan dalam rumah.

Pada prinsipnya, hampir semua furniture selalu dapat dipindah. Namun, tidak semua perabotan rumah dirancang secara khusus untuk dipindah-pindah letaknya dari satu posisi ke posisi lainnya. Begitu juga hampir semua furniture bisa dipreteli hingga ke bagian-bagiannya yang lebih kecil, tetapi tidak semuanya diperjualbelikan dalam keadaan pretelan menjadi komponen-komponen lepas. Bentuk-Bentuk Furniture terus tercipta dari gabungan konsep-konsep yang lahir dan dikembangkan oleh para desainer interior, baik berdasarkan fungsi maupun estetikanya. Berdasarkan bentuknya, Jim Postell membedakan furniture dalam beberapa tipe sebagai berikut: freestanding, knock-down, dan built-in/stationary, kemudian dibagi juga sesuai dengan kapasitas bentuknya tadi, yaitu inflatable (dapat dikembangkan/dibuka lebih lebar), transformable (dapat diubah menjadi bentuk lain), movable (dapat dipindahkan).

Furniture Berdiri Bebas (Free-Standing)

Furniture free-standing
Furniture free-standing
Furniture freestanding dirancang berdiri bebas tanpa dukungan penguat konstruksi pada tembok atau bidang penguat lainnya. Sebagian besar perabotan rumah biasanya berbentuk freestanding, seperti tempat tidur, sofa, meja, kursi, almari, dan kabinet. Umumnya perabotan freestanding dibuat persegi dan sering diletakkan merapat dinding atau perabotan lain. Bentuk umum kedua adalah bulat, sedang bentuk lain relatif jarang. Perabotan ini juga sering diletakkan di pojok ruangan.

Karena bebas tidak menempel pada bidang pendukung lain, furniture jenis ini gampang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain (movable) sewaktu-waktu kita ingin mengubah tata letaknya sehingga tepat buat Anda yang mudah bosan dengan suasana rumah. Perabotan berbentuk freestanding juga memiliki kelebihan dari sifatnya yang tiga dimensi sehingga dapat dirncang dan diposisikan dari seluruh sudut dan sisinya atau sebagian sisi saja.

Furniture Built-in 

Tipe Furniture built-in
konstruksi menyatu pada bidang dinding
Tipe furniture ini dirancang menempel pada bidang pendukung konstruksinya seperti langit-langit atau dinding. Oleh karena itu furniture ini bersifat permanen, tidak dipindahkan, sehingga juga disebut stationary. Perabotan yang biasa menggunakan bentuk ini adalah, kabinet kitchen set, almari, dan rak. 

Jika dipasang secara cermat di sekeliling ruangan, jenis furniture ini dapat tahan lama asal bidang pendukung konstruksinya yang bagus (misalnya dinding pendukung kuat dan tidak lembab). Desainer interior harus menggunakan berbagai teknik untuk mengakali permukaan dinding yang tidak rata sehingga kita bisa menutupi kekurangan apa yang ada di balik furniture menjadi sempurna. Untuk itu, pemasangan funnirure built-in biasanya bersifat customized (bisa diubah ukurannya sewaktu pemasangan). Bila desainnya benar-benar menyatu sempurna dengan bidangnya, ruangan dengan furniture built-in akan nampak solid dan kokoh jika dipandang. Namun seperti telah disebutkan di atas, tipe ini rentan terhadap lapuk bila bahannya berkualitas rendah dan konstruksi dindingnya tidak bagus dan lembab.

Furniture Knock down (bongkar-pasang)

Jenis furniture knockdown
Furniture knockdown, praktis dan efisien
Furniture jenis ini biasa juga disebut ready to assemble atau flatpack karena dibuat dalam keadaan paket pretelan yang siap-rakit saat sampai di tempat konsumen. Pembeli biasanya tidak menemukan kesulitan dalam memasangnya kembali karena biasanya ada petunjuk pakai yang disertakan dalam paketnya (asal petunjuknya cukup detail dan jelas). Kelebihan furniture ini adalah mudah diproduksi secara massal dan didistribusikan dalam keadaan sekotak paket lepas yang relatif tidak memakan tempat. Dengan demikian, biaya produksi dan distribusi dapat ditekan sehingga harga end-user-nya pun menjadi relatif lebih murah. Walau sebenarnya ada juga yang berkualitas bagus yang biasanya berbahan kayu, furniture knockdown yang umumnya beredar di Indonesia menggunakan bahan kualitas murah seperti Papan Partikel dan Kayu Olahan lain. 

Jika Anda termasuk orang yang sering pindah domisili, furniture jenis ini cocok buat Anda. Namun yang perlu Anda ketahui adalah ada furniture knock-downmedia penggabungnya menggunakan lem atau paku. Tujuan desain jenis ini adalah membentuk furniture yang kokoh sehingga susah untuk dibongkar kembali (sekali-rakit). Oleh karena itu, perhatikan baik-baik dan tanyakan kepada penjualnya sebelum Anda membeli furniture jenis ini.

Movable, Inflatable, dan Transformable

Kapasitas atau kemampuan bentuk furniture yang bersifat movable sudah diterangkan diatas, sedangkan yang inflatable dan transformable bersifat dapat berubah bentuk. Inflatable adalah furniture yang dapat dikembangkan dari ukuran kecil menjadi lebih besar (biasanya yang memakai bentuk ini adalah sofa, spring bed atau matras), sementara yang transformable adalah bisa berubah dari fungsi satu ke fungsi lain (dari meja, menjadi kursi, atau menjadi tempat tidur.)

Transformable furniture karya Clei
Furniture transformable karya Clei
Furniture kamar tidur anak yang transformable karya Clei, Italia

Anda dapat membaca lebih lengkap tipe-tipe furniture dan segala desainnya di buku
Furniture Design, karya Jim Postell
Silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
0 Comments
0 Comments
Comments

Leave your comment

Post a Comment

Translate This Page into