Home » , , , » Material Kayu untuk Desain Minimalis Ramah Lingkungan

Material Kayu untuk Desain Minimalis Ramah Lingkungan

Posted by Dewa Ayu Erniathi on Sunday, March 16, 2014 | 5:21 AM

Belakangan ini desain minimalis memang banyak diaplikasikan dalam rumah yang memiliki ruang yang terbatas. Yang menjadi masalah adalah bahwa sebagian orang bingung dalam memilih material apa yang cocok untuk interior rumah minimalis tersebut. Pemilihan material yang salah bisa membuat setiap ruangan di rumah Anda yang sudah terbatas menjadi terlihat lebih sempit, dan tentunya rumah semacam itu bukanlah rumah yang nyaman untuk tinggal Anda dan sekeluarga.

Untuk Anda yang sedang memikirkan material apa yang paling tepat untuk desain minimalis, +De RuMi akan menyuguhkan sekadar alternatif, yaitu bahan kayu. Selain relatif mudah didapatkan, bahan kayu sangat sesuai dengan prinsip minimalis yaitu mengutamakan kesederhanaan esensi alami. Di samping itu, desain kayu juga memenuhi standar ecodesign, yang antara lain adalah sebagai berikut:
  • mempertimbangkan pemanfaatan berkesinambungan bahkan setelah tercapai masa pakai, seperti dapat didaur ulang (recycle) atau dapat dipakai sebagai bahan membuat barang lain (reuse)
  • pembuatannya tidak boros energi, termasuk reuse atau penggunaan kembali barang bekas, pemanfaatan energi alami seperti cahaya matahari, dan penggunaan bahan-bahan yang awet sehingga mengehemat energi
  • ramah lingkungan, memperhatikan dampaknya bagi lingkungan, seperti tidak beracun dan tidak berbahaya bagi lingkungan
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ecodesain dan minimalis mempunyai tujuan yang sama, yaitu mengurangi hingga pada fungsinya sehingga efisien. Berikut ini contoh desain ramah lingkungan minimalis berbahan material kayu.

Penggunaan Material Kayu untuk Furniture

Penggunaan kayu yang paling lazim kita temui atau kita pilih adalah sebagai bahan furniture, seperti meja, kursi, rak, kabinet, dan tempat tidur. Pada contoh di bawah kayu dipakai sebagai bahan kursi dan meja ruang makan. Desainnya minimalis, kursi mengekspos warna alami kayu dan berbentuk sederhana, sementara meja kayu dicat polos dengan bentuk yang juga sederhana, yaitu geometris persegi panjang. Bahan yang digunakan kayu solid sehingga awet sesuai dengan prinsip eco-design. Konsep eco-design dalam ruangan makan ini juga nampak adanya penggunaan jendela kaca berukuran besar (wall-sized windows) yang dapat memberikan lebih banyak cahaya matahari yang selain mengurangi penggunaan energi listrik tentunya juga akan membuat bagian dalam rumah menjadi lebih sehat.

Kursi kayu minimalis ramah lingkungan
Kursi ruang makan berbahan kayu, minimalis ramah lingkungan

Penggunaan Material Kayu untuk Dinding

Penggunaan material kayu pada bagian rumah yang banyak ditemui selanjutnya adalah pada dinding. Pada contoh kedua ini rumah minimalis menggunakan blok-blok kayu sebagai dindingnya. Masih sama dengan contoh pertama, rumah ecodesign nomor dua ini menggunakan jendela-jendela kaca berukuran besar untuk memanen energi matahari. Panas matahari juga mengeringkan dinding dan membuatnya semakin kuat. Dinding kayu juga merupakan pengendali temperatur yang sempurna, menahan panas dan dingin pada ukuran suhu yang stabil. Ia hanya akan mengembang jika kelembapan di bawah nol persen, walau pada kenyataannya tingkat kelembapan tidak pernah turun hingga di bawah lima persen. Dinding dengan bahan ini ternyata juga merupakan peredam suara alami yang sempurna, karena itulah ruang-ruang pagelaran konser akustik menggunakan dinding kayu.

Bangunan berdinding kayu minimalis
Bangunan dengan dinding kayu minimalis

Penggunaan Material Kayu untuk Lantai

Tempat tidur berlantai kayu
Tempat tidur berlantai kayu
Bagian rumah yang juga sering berbahan kayu adalah lantai. Perawatan Lantai kayu sangat mudah, lihat Cara Aman Membersihkan Lantai Kayu. Noda yang timbul juga lebih mudah dibersihkan daripada Lantai Karpet. Jika lantai mulai pudar atau Anda bosan dengan warnanya, Anda tinggal mengamplasnya dan menggantinya dengan finishing baru. Ruang tidur minimalis berlantai kayu tidak hanya berkesan hangat, tapi seperti disebutkan di atas, memang kayu menjadi penjaga suhu yang baik.

Kayu sebagai Bahan Utama Bangunan

Contoh terakhir ini adalah rumah bergaya Jepang yang menggunakan kayu sebagai bahan utama bangunan sebagai desain yang ramah lingkungan. Hampir seluruh bagian rumah menggunakan kayu, mulai dari dinding, lantai, hingga plafon. Ruangan kamar mandinya pun berlantai kayu. Tentu saja kayu yang dipakai adalah yang berkualitas tinggi dan tahan air. Itu dapat dilakukan dengan dukungan finishing yang tepat. Sebagai rumah yang eco-design, jendelanya juga menggunakan wall-sized window atau kaca-kaca besar seukuran dinding dari bahan kaca untuk menyerap energi matahari.
Penggunaan bahan kayu pada ruangan ini menciptakan kesan yang menenangkan, tepat dipakai untuk rileks berendam dalam bathtub melepas lelah setelah seharian bekerja. Desain ramah lingkungan minimalis ini juga cocok untuk rumah peristirahatan yang kita tinggali saat musim liburan tiba.

Rumah kayu eco-design minimalis
Rumah kayu dengan eco-design minimalis, hangat dan hemat energi
Silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
0 Comments
0 Comments
Comments

Leave your comment

Post a Comment

Translate This Page into