Home » , , » Kelebihan dan Kekurangan Jenis Kayu Bahan Furniture

Kelebihan dan Kekurangan Jenis Kayu Bahan Furniture

Posted by Dewa Ayu Erniathi on Sunday, February 16, 2014 | 3:49 AM

Manusia telah lama mengenal kayu sebagai bahan membuat furniture. Dulu, jika ada yang hendak membeli furniture, yang ditanyakan pembeli adalah "Kayu apa? Jati, sono keling, mahoni, mindi, kamper, merbau, sungkai, atau kayu kelapa?" Maksudnya di sini adalah kayu alami. Semakin lama produksi kayu alami semakin berkurang dan tidak dapat mengimbangi kebutuhan furniture. Untuk mengatasi hal itu, teknologi pengolahan kayu terus dikembangkan. Kini pada dasarnya jenis kayu bahan furniture terdiri dari dua besaran, kayu solid dan kayu olahan. 

Kelebihan dan Kekurangan Kayu Solid

Yang dimaksud dengan kayu solid adalah kayu alami yang kita sebut di atas, tanpa diolah atau dicampuri bahan lain. Kata solid (padat) digunakan mengacu pada struktur kayunya yang tidak berongga. Bahan jenis ini untuk sekarang dipandang sebagai yang paling kuat dan tahan lama. Selain itu, tampilan furniture dengan bahan ini terlihat eksklusif dengan corak serat kayunya yang natural. 

Kayu solid vs olahan
Kayu solid vs olahan
Sayangnya, untuk mendapatkan bahan kayu solid yang berkualitas memakan waktu lama, dan untuk mendapatkan papan kayu solid yang lebar, diperlukan pohon yang besar yang proses tanamnya memerlukan waktu bertahun-tahun. Ketika sudah jadi dan dilakukan pemotongan, kita perlu waktu lagi melakukan pengeringan karena sifat muai susut kayu solid. Pengeringan yang tidak tidak sempurna membuat kayu bisa meliuk atau melengkung sehingga merusak bangunan.
Faktor-faktor tersebut menjadikan harga furniture dari bahan jenis ini menjadi sangat mahal.

Kelebihan dan Kekurangan Kayu Olahan

Dengan teknologi pengolahan kayu yang semakin canggih, kita mulai beralih ke bahan kayu olahan atau buatan, yang meliputi produk kayu yang diproduksi dengan menyatukan helaian, partikel, fiber, vinir (veneer), atau papan dengan pengeleman atau teknik penyatuan yang lain. Kualitas kayu olahan pun kini tidak kalah dengan kayu solid.


Karena buatan manusia, kayu olahan dapat dengan mudah disesuaikan dengan kebutuhan Rancangan Furniture, baik ketebalan, ukuran lebar maupun panjang, kualitas, serta ketahanan terhadap zat tertentu. Kini kita dengan mudah mendapatkan papan kayu olahan berukuran lebar, hal yang rasanya susah didapatkan lagi dari kayu alami. Semakin lama kualitas kayu olahan juga semakin kuat. Hal itu membuat kayu olahan sangat ideal untuk konstruksi apapun, tidak hanya untuk peralatan rumah tangga, tetapi juga untuk keperluan industri.


Kayu olahan bisa didesain dan dibuat setara dengan kekuatan dan kekakuan kayu alami. Daya susut dan muai kayu olahan sangat stabil, sehingga menawarkan kekuatan struktural yang lebih baik daripada kayu solid. Kayu olahan jenis glulam lebih bagus dibandingkan dengan kayu solid dengan ukuran yang sama, bahkan disebut bisa lebih baik daripada baja. 

Kayu olahan mudah dikerjakan dengan menggunakan peralatan kayu biasa, juga dengan skill dasar pertukangan. Kayu olahan dapat dipotong, dibor, dilem, dibaut, atau dikaitkan, dan terutama dapat dilengkungkan tanpa harus kehilangan kekuatannya.

Tekstur kayu olahan tentunya lebih sempurna, mulai tekstur alami halus hingga  yang kasar, karena dapat diciptakan sesuai dengan kebutuhan melalui finishing cat, pernis, atau pewarna lain.

Kekurangan Kayu Olahan

  • Beberapa jenis kayu olahan lebih mudah terbakar daripada kayu solid
  • Beberapa jenis kayu olahan rentan terhadap kelembaban dan air sehingga tidak cocok sebagai outdoor
  • Beberapa bahan perekat kayu memiliki kandungan zat beracun yang berisiko pada pengerjaannya
Silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
0 Comments
0 Comments
Comments

Leave your comment

Post a Comment

Translate This Page into