Home » , » Cara Mencegah Rayap Merusak Rumah Kita

Cara Mencegah Rayap Merusak Rumah Kita

Posted by Dewa Ayu Erniathi on Sunday, February 23, 2014 | 6:53 AM

Kadang kita meremehkan binatang yang satu ini. Dia sekecil semut, namun bisa merusak segala yang ada di rumah, mulai dari lantai, furniture, jendela, pintu, tiang, hingga ke rangka atap bangunan. Itulah rayap, hewan yang nampak lemah namun sangat patut kita waspadai dalam hal perawatan rumah. Banyak rumah yang telah mengeluarkan biaya sangat besar karena harus renovasi akibat kerusakan yang ditimbulkan hewan yang setiap harinya bisa menampung makanan dua sampai dengan tiga persen dari berat tubuhnya ini. Untuk itu, di sini akan kita bahas tindakan preventif yang dapat kita lakukan untuk Mencegah Rayap Merusak Rumah Kita. Tindakan preventif itu kita bagi menjadi dua, yaitu tindakan pencegahan sebelum bangunan rumah didirikan (preconstruction) dan pencegahan untuk bangunan yang sudah jadi (postconstruction).

1. Mencegah Rayap sebelum Mendirikan Bangunan (Pre-construction)

Perlakuan Tanah (Soil Treatment)

Cara standar mencegah rayap yang biasa dilakukan sebelum pembangunan rumah adalah membersihkan lahan perumahan dari sisa-sisa kayu terpendam atau bahan lain yang kemungkinan disukai atau bisa menjadi makanan rayap.   


Tanah bekas sawah yang becek dan banyak air atau tanah yang lembap merupakan media yang subur bagi tumbuhnya jamur. Jamur-jamur tersebut mempunyai hubungan simbiosis mutualisme dengan rayap. Selain mengakibatkan pelapukan pada kayu makanan rayap, jamur-jamur tersebut juga sekaligus menjadi penghasil protein sumber vitamin rayap. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengeringan pada lahan semacam ini dengan cara menggali saluran-saluaran di sekelilingnya dan didiamkan beberapa bulan sebelum bangunan didirikan.

Rayap memakan beton
Rayap tidak hanya menembus kayu, tapi juga beton melalui celah-celahnya
Cara mencegah rayap supaya tidak merusak rumah kita selanjutnya adalah pemasangan penghalang fisik (physical barrier) berupa penaburan partikel pasir, granit, basalt, atau perlit dengan ukuran tertentu di lapisan bawah lahan bangunan. Sayangnya cara ini jarang dilakukan di Indonesia. Penghalang fisik yang lebih sering dilakukan adalah mencampur partikel-partikel tersebut dengan bahan bangunan lainnya, atau di bawah lapisan lantai (sebelum lantai dipasang).

Selain cara sanitasi alami seperti di atas, soil treatment atau perlakuan tanah untuk mencegah rayap dapat dilanjutkan dengan penyemprotan zat kimia beracun pembunuh rayap atau termitisida pada sisi bidang lubang fondasi yang digali, bagian atas fondasi setelah dipasang, dan lapisan permukaan  tanah yang akan dipasangi lantai. Sayangnya, cara ini tidak ramah lingkungan dan oleh karena itu tidak dianjurkan.

Penggunaaan jenis kayu tahan rayap (Wood Treatment)

Menggunakan kayu-kayu tertentu yang kuat dan tahan rayap juga merupakan salah satu upaya untuk menghindari serangan rayap. Ada jenis-jenis kayu tidak disukai rayap baik karena keras, misalnya kayu ulin, kamper, jati, bangkirai atau balau, dan meranti. Ada juga jenis kayu yang mengandung zat-zat yang tidak disukai rayap, misalnya damar, merbau, dan karet. 

Sayangnya, kayu-kayu yang tidak disukai rayap ini termasuk kayu-kayu yang cukup mahal harganya. Selain itu, pencegahan ini tidak serta-merta menjamin kayu-kayu bebas rayap. Pernah dialami oleh ayah saya kayu balau yang demikian kuat dirusak pelan-pelan oleh rayap ketika kayu tersebut tidak dirawat. Oleh karena itu, perawatan tetap perlu dan tidak hanya mengandalkan kekuatan kayu juga. Kasus serupa juga terjadi pada tetangga saya. Setumpuk kayu jati bahan bangunan yang merupakan simpanan beliau habis dimakan rayap karena tidak dirawat. Beliau hanya mengandalkan pengganjal tumpukan kayu yang cukup tinggi dan penutup plastik Setelah beberapa tahun tidak dilihat, pedalaman balok-balok kayu jati beliau keropos semua dimakan rakyat. Disinyalir hal itu terjadi karena jati yang ditebang masih relatif muda seperti dituturkan tetangga saya tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya panen kayu dilakukan setelah kayu benar-benar tua sehingga mendapat kayu yang benar-benar tua. 

Minusnya lagi, untuk mendapatkan kayu tua yang benar-benar berkualitas sekarang ini agak susah, sebab produksi dan regenerasi pohon masih belum dapat mengimbangi kebutuhan kayu saat ini. Untuk itu, cara ketiga di bawah ini bisa menjadi jalan keluarnya.

Pengawetan Kayu Bahan Bangunan (Wood Treatment)

Dengan pengawetan, kayu-kayu yang murah pun saat ini dapat dibuat tahan terhadap rayap. Bahan pengawet kayu adalah garam pengawet, kreosoft, pentachlorophenol, tembaga naftanat, dan boron. 

Ada tiga teknik yang dapat dilakukan, yaitu pemulasan, pencelupan, dan perendaman. Pemulasan biasa dilakukan oleh masyarakat awam dengan residu oli, walau cairan ini bukan merupakan pengawet kayu namun diyakini dapat menjadi penahan rayap. Perendaman secara alami juga lazim dilakukan oleh masyarakat dengan merendam kayu untuk melarutkan selulosa makanan rayap di air lumpur selama beberapa waktu.

Mencegah rayap pada bangunan rumah yang sudah jadi (post-construction)

Menjaga Kebersihan

Menjaga dan Merawat Kebersihan Furniture rumah tangga terutama yang berasal dari kayu merupakan cara termudah untuk mencegah rayap merusak rumah kita. 

Penghalang Fisik

Penghalang fisik juga bisa diterapkan yaitu menutup permukaan kayu dengan cat, dempul, atau pelitur.

Penjemuran

Khusus pencegahan rayap kayu kering (teter atau drywood termite) kadang sukar dilakukan karena rayap telah berada di dalam kayu dari perabot yang baru kita beli. Kerusakan berat pada perabot karena rayap jenis ini tidak dapat diperbaiki dan harus diganti baru. Bila kerusakan yang ditimbulkan ringan, rayap kering dapat dimatikan dengan cara menjemur kayu di bawah sinar matahari selama empat jam.

Injeksi Termitisida

Injeksi termitisida ini bisa dilakukan pada fondasi, tanah sekeliling fondasi, atau permukaan kayu yang diserang rayap. Untuk fondasi, injeksi dilakukan dengan membuat lubang dengan kedalaman yang harus menyentuh tanah dan berjarak 40 cm antar lubang, dengan larutan termitisida 2 liter per lubang. Untuk tanah sekitar fondasi, dibuat lubah berdiameter 10 cm dengan kedalaman 30 cm dengan jarak antar lubang 5 meter dan setiap lubang diberi 2 liter larutan termitisida.

Demikian cara-cara pencegahan rayap merusak rumah kita dari +De RuMi. Seyogyanya kita selalu menjaga lingkungan di sekitar rumah kita lebih bersih dan kering untuk menghindari rayap dan hendaknya pemakaian insektisida kita lakukan seperlunya saja demi menjaga kelestarian lingkungan kita. Jika menurut Anda bermanfaat, silakan share artikel ini dengan tombol Google+ atau Facebook di bawah ini. ?
Silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
0 Comments
0 Comments
Comments

Leave your comment

Post a Comment

Translate This Page into