Home » , , » Tiga Desain Kamar Mandi Mungil Terbaik

Tiga Desain Kamar Mandi Mungil Terbaik

Posted by Dewa Ayu Erniathi on Saturday, January 25, 2014 | 9:08 PM

Setelah +De RuMi kemarin membahas tentang bagian yang mungkin dirancang menjadi ruangan kecil dari sebuah rumah, yaitu Kamar Anak, kali ini kita akan mereview tiga desain Kamar Mandi yang biasanya benar-benar didesain sebagai ruangan terkecil dari rumah minimalis.

Yang perlu diingat kembali, ukuran adalah relatif. Yang mungil pun bisa indah. Semuanya tergantung dari bagaimana penataan ruangan serta mungkin penilaian yang melihatnya. Kembali kita ingat prinsip desain minimalis, yaitu meminimalisir aksesoris untuk membuat ruangan terasa lega sehingga nyaman dipakai. Untuk itu, mari kita review tiga contoh Desain Kamar Mandi Mungil Terbaik.

1. Kamar Mandi Mungil Simetris Tema Oranye

Kamar Mandi Mungil Simetris Tema Oranye
Kamar Mandi Mungil Simetris Tema Oranye (sumber Novinky)
Kamar mandi mungil pada contoh pertama ini benar-benar mungil, kira-kira berukuran 1,75 x 2 meter atau hampir simetris. Namun, kemungilannya tidak menghilangkan kesan mewah dan bersih. Hal itu tidak lepas dari pemakaian warna oranye pada lantai keramik, border dinding dan bak mandi, serta handuk dan peralatan mandi lain yang semuanya bernuansa terang dan menyala. Warna terang seperti ini memang membuat kamar mandi nampak lebih luas daripada ukuran sebenarnya.

Selain itu, yang menarik adalah peletakan tanaman hias di atas tembok kamar mandi ini. Selain menambah kesan segar dan nuansa natural, nampaknya penggunaan warna oranye dan peletakan tanaman hias ini juga memperhatikan Prinsip Keseimbangan Warna serta Lima Unsur Feng Shui yaitu unsur kayu untuk mengimbangi unsur air dan logam yang sudah dominan. Jadi dari segi Feng Shui, Kamar Mandi Mungil ini cukup sempurna. Atas dasar itu, kamar mandi mungil oranye ini memenangkan Kontes Kamar Mandi Mungil terbaik tahun 2009.

Catatan pengalaman penulis: Melihat desain wastafel yang terpasang, nampaknya memerlukan kehati-hatian dalam pemakaian krannya. Kran tipe ini mampu memancarkan air dengan sangat deras, sementara wastafelnya cukup dangkal. Bila tidak hati-hati pelan-pelan membuka kran, waktu menggosok gigi malam hari yang kita lakukan dengan pakaian lengkap bisa berakhir dengan basah kuyup air yang meluap terciprat ke arah kita.


Toilet yang dipasang begitu ramping khas minimalis dan berkonsep kering (memakai tisu sebagai pembersih). Ini merupakan ciri konsep modern yang biasa diterapkan oleh masyarakat Barat yang kini telah diadopsi orang Indonesia yang dulunya terbiasa bersuci diri dengan air. (Sampai sekarang, perdebatan apakah bagus air atau tisu ini belum berakhir. Isunya adalah jika memakai tisu berarti penebangan pohon sebagai pohonnya, kontra dengan penghematan air. Jika melihat pohon sebagai pelindung dan penjaga air tanah, nampaknya perlu memilih  air alih-alih tisu.)

2. Pemanfaatan Space Loteng untuk Kamar Mandi Mungil tema Putih

Kamar Mandi Mungil di Loteng
Kamar Mandi Mungil di Loteng
Desain ketiga ini termasuk berani dalam hal ide. Pemanfaatan space di loteng ini merupakan pengembangan rumah minimalis yang kekurangan lahan. Untuk menyiasatinya, sekarang ini sudah banyak diterapkan konsep rumah tumbuh. Dengan memperkuat bangunan bawah, harapan pengembangan secara vertikal (ke atas). Salah satu hasilnya adalah Kamar Mandi Mungil di loteng ini. Memanfaatkan space di bawah atap sebagai sisi miring, terbentuklah kamar mandi berbentuk prisma segitiga. walaupun mungil, Desain Kamar Mandi ini tidak meninggalkan konsep positif yang sesuai dengan Petuah Feng Shui, yaitu memasang gambar-gambar pemandangan alam yang menenangkan sekaligus memanfaatkan sinar matahari langsung dari jendela atap/tingkap. 

3. Desain Vertikal Kamar Mandi Memanjang Tema Hijau

Konsep Vertikal Kamar Mandi Mungil
Konsep Vertikal Kamar Mandi Mungil
Dari ketiga contoh yang ada, gambar desain terakhir ini memiliki ruangan terbesar. Tata letaknya memanjang atau dalam. Selain mempunyai ruang shower tersendiri yang terbuat dari kaca menjadi satu dengan bathtub. Saya sendiri tidak tahu apakah peletakan jam dinding di dalam tempat shower tersebut berkaitan dengan durasi mandi uap (yang berarti sekaligus tempat sauna).

Desain toilet yang dipilih cukup unik karena pemasangannya yang menggantung menempel dinding. Sayangnya penataan letak toilet di situ cukup mengganggu. Selain menghalangi jalan masuk ke ruang shower, letak toilet tersebut menurut saya juga karena terlalu dekat posisinya dengan peralatan kosmetik sehingga menimbulkan kesan bau bercampur, sementara sebenarnya masih ada posisi lain yang memungkinkan untuk toilet tersebut. Saran saya, sebaiknya dilakukan penataan kembali (pemindahan) letak kloset tersebut.

Untuk tema, saya kurang nyaman dengan warna yang dipilih, yaitu keramik warna hijau tua dengan corak nat satu centimeter. Warna yang gelap dan pola nat yang terlalu rapat itu membuat ruangan menjadi nampak lebih sempit dari sebenarnya. Jika ada dana, penggantian dengan keramik dengan teknik pemasangan interlock bisa menjadi alternatif renovasi kamar mandi mungil ini. 


***

Demikian tiga review singkat +De RuMi kali ini. Silakan menanggapi dalam kolom komentar di bawah. 
Silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
0 Comments
0 Comments
Comments

Leave your comment

Post a Comment

Translate This Page into