Home » , , , » Tiga Desain Dapur Mini Bar Tempat Kumpul Bersama Keluarga

Tiga Desain Dapur Mini Bar Tempat Kumpul Bersama Keluarga

Posted by Dewa Ayu Erniathi on Saturday, December 21, 2013 | 2:05 AM

Dalam membangun sebuah dapur dalam rumah minimalis (rumi), kita harus mengetahui apa saja kegunaan dari dapur kita kelak. Perlu kita pikirkan ke depan, selain dipergunakan untuk kegiatan utama memasak, fungsi alternatif apa yang mungkin dalam desain dapur kita nanti.

Dilihat dari segi fungsinya, dapur setidaknya memiliki tiga fungsi ganda, yaitu tempat memasak, tempat makan, sekaligus tempat kumpul bersama keluarga. Memfungsikan dapur sebagai tempat berkumpul mempererat ikatan keluarga ini bisa dilakukan di waktu pagi pada hari tertentu. Misalnya, keluarga kita menjadwalkan kumpul bersama di sana waktu sarapan di hari libur atau akhir pekan .


Fungsi dapur sebagai tempat kumpul bersama ini bisa kita dapatkan dengan membangun sebuah dapur berkonsep minimalis dengan mini bar. Artikel ini akan mencoba mengulas tiga contoh desain dapur mini bar minimalis yang bisa digunakan sebagai referensi desain dapur yang dapat mengakomodasi keperluan berkumpul bersama keluarga.

1. Desain Dapur U Minimalis Mini Bar

dapur U mini bar
Ruangan dapur U dengan Mini Bar
Pada desain pertama ini, ruangannya berbentuk U dengan mini bar berupa meja kayu menggunakan tiang stainless yang tahan karat. Pada sebelah dinding mini bar dilengkapi dengan niche 3 tingkat yang biasanya dipergunakan sebagai tempat menaruh botol-botol minuman untuk memperkuat nuansa bar. Dua tingkat teratas bertatakan kaca bening supaya sinar lampu tembus ke bagian bawah dimaksudkan lebih sebagai pemanis ruangan, sedangkan tingkat terbawah bertatakan kayu karena lebih difungsikan sebagai ceruk penyimpan daripada pemanis. Meja mini bar ini tidak menggunakan dinding di sisi depannya untuk mendapatkan kesan ruangan yang lebih lapang.

Selain itu, dapur ini menonjolkan warna coklat tua untuk kitchen setnya yang kemungkinan dimaksudkan untuk membangun suasana yang klasik. Sayangnya, warna coklat yang terlalu dominan membuat dapur nampak lebih sempit. Solusinya adalah mengurangi dominasi warna tersebut mengimbanginya dengan warna satunya yaitu putih. Salah satunya yang bisa dilakukan adalah mengganti motif batik pada dinding antara wastafel dan kitchen set bagian atas dengan cat putih atau warna cerah lain, karena sebenarnya di situlah fokus dapur ini berada.

2. Desain Dapur Tanpa Sekat Kesan Luas dan Natural

Dapur bentuk I minimalis
Dapur bentuk I minimalis
Walau menggunakan desain berbentuk I (lurus searah dinding), dapur pada contoh kedua ini terletak di pojok. Jika dilihat dari gambarnya, dapur ini menyatu dengan ruang lain, entah itu ruang keluarga atau ruang makan. Rancangan dapur minim partisi seperti ini merupakan khas rumi mengatasi kesan sempit.

Kombinasi warna yang dipakai di dapur ini adalah natural yang menurut saya cukup elegan. Namun menurut saya, aksen warna coklat tegas pada pintu masuk agak menjadi disctraction atau pengecoh yang mengalihkan fokus tujuan kita berkumpul di dapur ini. Solusinya mungkin dapat mengganti warna kitchen setnya dengan warna yang lebih terang misalnya dengan warna orange (siapa takut) dengan resiko mengubah keseluruhan tema natural dapur ini tentunya. Atau, aksen warna pintu yang diubah sedikit soft supaya tidak mengganggu.


Sejalan dengan prinsip terang itu lega, tiga buah lampu gantung dipakai sekaligus mempercantik ruangan. Meja mini bar yang dipakai bisa berbahan kayu atau marmer tergantung budget kita. Masih menggunakan teknik yang sama dengan contoh pertama, separuh bagian depan meja tanpa dinding penutup untuk menambahkan kesan luas. Dibanding contoh pertama, desain meja mini bar yang ini lebih luas untuk kumpul bersama beberapa anggota keluarga.

3. Desain Dapur I Tema Natural

Desain Dapur bentuk I Minimalis tema natural
Dapur bentuk I Minimalis natural
Rancangan letak dapur pada contoh ketiga ini sama dengan contoh kedua, yaitu terletak di pojok ruangan, dapurnya bisa  disebut bentuk L, juga tanpa sekat menambah kesan luas.

Berbeda dengan dapur model kuno yang umumnya memiliki warna gelap, tujuan pengambilan warna cerah dalam dapur minimalis modern sekarang ini adalah membangun kesan bersih. Warna yang dipakai di sini nampak lebih natural dan cerah dibandingkan contoh kedua. Menurut psikologi elemen, warna natural kayu bisa memberikan kesan positif bagi pikiran orang yang memandang.


Yang unik pada desain dapur ini adalah konsep dapur keringnya. Pada dapur yang lebih konvensional, biasanya kompor diletakkan melekat pada dinding bersebelahan dengan wastafel. Namun pada desain nomor dua ini kompor listrik justru diletakkan menyatu meja mini bar bagian depan. Cerobong penghisap asap nampak menggantung di atas justru dijadikan aksen yang mempercantik ruangan. Memang meja bar menjadi lebih sempit, namun di sisi lain meja bar + kompor ini justru menghilangkan kesan "pemasak" terpisah di dapur dengan "penikmatnya" yang berada di luar area memasak. Hasilnya, model minibar yang menyatukan keduanya dalam satu meja minibar seperti ini tidak saja mempererat hubungan keluarga, namun juga berfungsi tambahan untuk belajar memasak. Oleh karena itu tak mengherankan bila acara-acara memasak di TV memakai konsep seperti ini.

Sekian review De TruMi kali ini, silahkan Anda mengaplikasikan tips Desain Dapur Minimalis dengan Mini Bar yang kami telah berikan. Jika Anda menginginkan membangun dapur dengan desain seperti gambar di atas, Anda bisa menghubungi +De RuMi  untuk memesannya. Kami akan memberikan harga terbaik buat Anda.
Silakan berbagi tulisan ini ke teman Anda dengan tombol Google+, Twitter, atau Facebook di bawah ini.
0 Comments
0 Comments
Comments

Leave your comment

Post a Comment

Translate This Page into